ibumibum
Saya mahasiswi yang berumur 19 tahun ketika sedang mengeluarkan pendapat berikut ini. Jadi, apabila ada salah kata, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pembaca sekalian yaa :)
 
Pertanyaan ini, terlontar ketika saya sedang belajar pendidikan kewarganegaraan di kampus saya. Kami membahas tentang sistem pemerintahan dan sistem politik. "Kenapa Indonesia seakan-akan mengikuti sistem pemerintahan di Amerika?". Kira-kira, begitulah garis besar yang saya tanyakan.

Mengapa saya bisa terpikir akan hal itu? Polanya begini :


Politik hukum Indonesia berubah sejak masa reformasi. Sistem ketatanegaraan telah dirombak besar-besaran. Sejak awal masa reformasi, terlihat upaya nyata dari pemerintahan untuk menghapus eksistensi MPR, dan diubah menjadi sistem pemerintahan model AS.
Pada waktu itu, muncul lembaga negara yang baru, yaitu DPD. DPD ini merupakan refleksi dari hilangnya Fraksi Daerah dalam susunan MPR.

Jika kita lihat dari sudut kelembagaan, lembaga baru ini mengikuti susunan Congress di Amerika Serikat. Dengan perubahan ini, susunan MPR itu sendiri terdiri atas DPR dan DPD, sebagaimana dengan susunan Congress Amerika Serikat yang terdiri atas Senate dan House of Representatives. Bedanya, DPD tidak memiliki kewenangan apapun, kecuali untuk memberi usul dan pertimbangan. Benar-benar sangat tidak efisien dan efektif, bukan? Tapi apa daya lah, sepertinya naluri "copy-right" sudah mencurah dari atas.

Tapi, ada satu hal lagi yang sedikit menggelitik disini. Kembali ke "One World Government"-nya si-Amerika. Amerika, memuji negara kita, bahwasanya kita memiliki sistem politik terbaik dan terbijak. Dan, ya, mereka berhasil. Ketika super-power bergeming, insya Allah, seluruh mata akan tertuju padanya dan pada objek gemingannya.

Mari kita licik sebentar, tidak menutup kemungkinan kan, Amerika-lah yang sebenarnya ada di balik sistem ketatanegaraan politik pemerintahan kita?

Dengan adanya pernyataan yang demikian, otomatis, negara-negara yang menginginkan perubahan terbaik untuk bangsa nya, akan memperhatikan, meneliti, menganalisa dan menelaah sistem pemerintahan kita. Jika perlu, mereka akan membawa sistem itu ke negara mereka masing-masing.
Dan sekali lagi, Amerika berhasil menarik dunia untuk mengikuti jejak mereka walaupun secara tidak langsung.

jadi, buat remaja Indonesia calon pemimpin bangsa, hak cipta itu bukanlah "copy-right" dalam artian yang dipenggal. Ciptakan sesuatu yang benar dan anda yakini dengan pasti. Move on hei pemuda, masa kita sebentar lagi. Jangan terbuai dengan warisan yang 'terlanjur' ini. Menurut saya, nasi yang telah mejadi bubur, bukanlah petaka besar. Bubur itu masih bisa kita olah. Indonesia kan banyak rempah, jangan malas untuk memikirkan resepnya. (Ini kiasan lho, bukan niatan ngomongin bubur)

Jalani peran sebagaimana diri kita masing-masing. Demi Indonesia, Pak Soekarno, Bung Hatta, dan para pejuang yang rela gugur karena pertempuran fisik.
Sekarang kita juga masih tempur teman-teman, tapi pakai akal, bukan fisik lagi. Ayoo Indonesia, semangat buat hari indah bangsa kita :)
0 Responses

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar, tapi yang sopan yaa, makasih :)